siapa yang disebut radikal dan intoleransi? Orang Islam atau non Islam? Mari kita simak,


SEBAGIAN orang tersesat pemikirannya, sehingga ia menganggap bahwa orang Islam khususnya para pendakwah atau aktivis Islam adalah orang-orang yang radikal dan intoleransi. Entah faktor kebodohan ataukah ada faktor lain yang menjadikan dirinya memiliki anggapan seperti itu.

Jika orang tipenya semacam ini agamanya non Islam mungkin kita anggap wajar karena memang dari awalnya mereka tidak paham tentang jati diri orang Islam. Ironisnya, ada orang-orang tipenya semacam ini sedangkan ia ber KTP Islam.

Pertanyaannya, sebenarnya dalam Al-Quran siapa yang disebut radikal dan intoleransi? Orang Islam atau non Islam? Mari kita simak, Alloh Ta'ala berfirman:

 لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ

"Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. "(QS. Al Maidah: 82).

Ternyata dalam Al-Quran, orang Islam bukanlah orang yang radikal. Tetapi merekalah yang radikal.

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. "(Al-Baqarah: 120).

Ternyata dalam Al-Quran, orang Islam bukanlah orang yang intoleransi. Tetapi merekalah yang intoleransi.

Dari pemikiran sesat inilah orang-orang yang tipenya semacam itu dalam bersikap terbalik. Kepada orang Islam terkhusus kepada pendakwah atau aktivis Islam hatinya selalu benci, curiga bahkan tidak segan untuk menzaliminya dengan tuduhan radikal dan intoleransi. Sedangkan kepada non Islam ia mendukungnya, ia bantu dalam urusannya, bahkan ia siap menjadi garda terdepan walaupun orang Islam menjadi korbannya.

Sungguh mengkhawatirkan jika orang-orang seperti ini tertimpa fitnah sebagaimana dalam hadits yang diberitakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

ﺑَﺎﺩِﺭُﻭﺍ ﺑِﺎﻷَﻋْﻤَﺎﻝِ ﻓِﺘَﻨًﺎ ﻛَﻘِﻄَﻊِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺍﻟْﻤُﻈْﻠِﻢِ ﻳُﺼْﺒِﺢُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ ﻭَﻳُﻤْﺴِﻰ ﻛَﺎﻓِﺮًﺍ ﺃَﻭْ ﻳُﻤْﺴِﻰ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ ﻭَﻳُﺼْﺒِﺢُ ﻛَﺎﻓِﺮًﺍ ﻳَﺒِﻴﻊُ ﺩِﻳﻨَﻪُ ﺑِﻌَﺮَﺽٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ

“Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR. Muslim no. 118)

Semoga Alloh menjaga kita dari fitnah tersebut.*

Abul Fata Murod, BA

0 komentar:

Post a Comment