Akses media sosial di batasi,pendukung 02sebut pemerintah panik

Baca Juga


Pendukung 02 sebut pemerintah panik.
kebijakan itu tak masuk akal dan bertentangan dengan demokrasi. Padahal, kebebasan berpendapat termasuk di media sosial adalah bagian dari demokrasi.

"Kemarin ada pernyataan pemerintah akan mengawasi ucapan para tokoh politik, sekarang akses media sosial dibatasi. ini pemerintah panik dan ketakutan hingga demokrasi saja diatur seenak mereka, rezim ini takut dengan demokrasi,"

kepanikan dengan cara memblokir akses sejumlah media sosial yang dilakukan oleh pemerintah sama saja menunjukkan kebobrokan sistem pemerintahan yang dijalankan selama ini.
Baca juga:
tugas-pemimpin-maupun-calon-pemimpin
"Ya mereka panik makanya membatasi aktivitas rakyat. Ingat rakyat tidak bodoh. Merasakan kesenjangan ekonomi, hukum yang tidak adil dan itu semua rakyat lihat,

Setelah kerusuhan yang terjadi Rabu (22/5/2019) dini hari di sejumlah titik Jakarta, pemerintah melakukan pembatasan fitur media sosial dan pesan instan untuk sementara waktu.

Bentrok aparat dan massa sampai saat ini masih terjadi di sejumlah titik. Salah satunya di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Pusat.
 Baca juga:
sosial-media-seperti-Facebook-Instagram-Watsap eror gimana solusinya?
Atas kebijakan memperbatas fitur keterlambatan post Beberapa pemilik akun jualan onlen terganggu, atas pemberhentian media sosial sementara. pemilik akun jualan onlen di sosial media kecewa karena dia tidak bisa memposting barang dagangannya di setory whatsap, maupun di media sosial lain, melalui setatus facebook yang masih bisa posting, walau lambat postnya. Ujarnya di akun facebook.
Baca juga:
curhat-di-media-sosial-apa-perlu?
Kicauan kicauan di tewiter Para pemilik akun juga banyak yang post Watsap down melalui akun Twitter nya sampai trending topik.
Setelah itu ternyata Twitter juga ada masalah trending di Indonesia di nonaktipkan karena banyak isu yang bisa menimbulkan kicauan-kicauan mengandung sara Di media sosial.

0 komentar:

Post a Comment