Indahnya RAMADAHAN" di Media Sosial Bila Semua Postingan tidak ada Kebencian dan Hoax


Assalamualaikum warrahmatullahhi wabarakatuh. Sahabat Foraca
Di era sekarang nyaris semua serba digital ini. Sulit menemukan seseorang yang tidak memiliki satupun media sosial. minimal satu akun, ya?

Banyak motivasi saat seseorang membuat dan memiliki  akun media sosial. Semisal, untuk bersosialisasi dengan teman atau  keluarga. guna memangkas jarak dan waktu, untuk menambah wawasan dan jaringan berdasarkan kesamaan hobby atau kegemaran. Akhir-akhir ini, malah media sosial dijadikan arena iklan yang murah meriah buat yang memiliki naluri bisnis. Bagus juga  memanfaatkan media sosial untuk mempromsikan  yang di jual. Terakhir, bisa juga menjadi wadah untuk berekspresi, kehidupan pribadi yang mungkin menginsvirasi seseorang bila postinganya bermanfaat bagi yang melihatnya.media sosial Ini mirisya jadi bahan untuk meng ubah ubar aib karena ada masalah piutang, atau masahal dengan pasangan  dan masih banyak masalah yang tak perlu di umbar kan di media sosial. Hanya cuma ingin di kasih perhatian dari para natizen. Apalagi bila punya masalah tak perlu umbar di media sosial. 
Misalnya orang  itu melihat setatus pasti bakalan kecewa. Lebih baik bicara langsung kepada nya. Atau bilang ke teman dekatnya bila kamu malu untuk bicara ke padanya. 

Apalagi bila umbar aib maka orang lain akan menganggap tak tahu malu
Curhat di halaman media sosial lebih mudah dan gampang. Masa iya sih, harus membuka permasalahan dan aib kita?
Lagian yang membaca itu banyak bukan hanya satu atau dua orang. Gimana jadinya kalau ternyata ada keluarga kita juga membacanya? Yang jelas mereka pasti malu!
Apakah ingin cari perhatian! apa gimana? Apa lagi sekarang bulan puasa jangan kotori bulan puasa dengan sesuatu yang menguragi pahala.

Terkadang, media sosial juga dijadikan wadah menyuarakan aspirasi personal dan kepentingan kelompok. Sehingga secara tak sadar, "terjebak" dalam aneka perbedaan, pro-kontra bahkan saling hujat. apa lagi sekarang sedang panas- panasya soal politik sampai saling hujat menghujat karena beda pilihan.

Baca juga lainya:
hidupmu-itu-harus-penuh-motivasi
6-chanel-youtube-islami-cocok-buat teman ngabuburit
susah-tidur-ini-penyebabnya
5-tempat-ngabuburit-ter-populer-di Bandung Barat

Arus informasi di media sosial bergerak dalam hitungan detik. Dari berita yang didasari fakta, berbasis data, hingga kabar berselimut kabur dan absurd. Hingga pengguna media sosial terjebak dalam info hoax. Dan ujung-ujungnya, saling timpal cacian, makian, kemarahan dan kebencian.

Pada tahun ini, Ramadan 1440 H musti dilalui pada situasi dan kondisi politik yang semakin memanas. yang sejak awal sudah terlanjur mengkotakkan anak bangsa. Berharap pada saat ramadan sebagai bulan penuh berkah. Akan mendamaikan kubu yang saling bersebrangan. Eh, ternyata masih ada!

memiliki dan menggunakan media sosial adalah sebagai wadah untuk sosialisasi dan Ekpresi. Ketika menemui teman-teman yang terlibat di ranah saling hujat itu adalah "pembiaran".  Kenapa memilih sikap begitu?

Pertama, belajar dari pengalaman, "saling hujat" itu akan lenyap seiring waktu. Biasanya akan pindah topik lagi jika ada isu lokal atau nasional yang lebih hot untuk dibicarakan.

Kedua, menggunakan media sosial hanya untuk saling sapa dan berbagi apa yang sudah dilakukan atau tulisan. Semisal artikel yang di buat di Foraca. Id

Ketiga, Sukar untuk mencegah setiap individual untuk sesuatu yang mereka yakini kebenarannya, kan? Walaupun teman atau saudara sendiri. Paling-paling mengingatkan! Jadi, balik lagi pada konsep berbagi di media sosial adalah hak dan tanggungjawab pribadi atas jejak digital saat ini.
Waspadalah!!!
Bila menyebarkan yang menibulkan HOAX kalau tak hati-hati bakal terseret UU IT, kan?

Namun, semakin mendekati lebaran kini masa akun media sosial tak sedikit setatusnya ramah-ramah". Walaupun masih ada sajian aneka hoax, pelan-pelan tertutupi oleh postingan aneka takjil, aneka kue lebaran dan aneka pakaian lebaran dari teman-teman yang mendadak jadi pengusaha online ! Wkwkwk

Nah, tak mungkin juga dicegah dan dilarang, kan? Sama halnya seperti satu atau dua hari jelang lebaran nanti, saat linimasa akan dipenuhi ucapan selamat idul fithri serta permintaan mohon maaf lahir bathin. Juga dengan aneka ucapan dan aneka gambar atau meme.
Jadi? Ya, gitu! banyak orang-orang baik. Untuk bijak menggunakan media sosial. Apalagi di bulan ramadan. Saat apapun jenis kebaikan yang dilakukan, akan bernilai ganda. kehidupan tak sekedar di dunia digital.

0 komentar:

Post a Comment