Cara Bijak Membantu Seseorang

                                                      

Membantu memanglah perbuatan yang mulia. Orang yang suka membantu orang lain biasanya sangat disenangi oleh orang-orang dan mudah diterima. Orang yang membantu dengan hati yang iklas pasti dalam hidupnya menemukan kemudahan-kemudahan yang tidak terduga. Orang yang suka membantu secara tidak langsung sering dibantu lagi oleh orang lain. Sesungguhnya bantuan yang datang kepada orang yang suka membantu itu balasan dari Yang Maha Kuasa karena sering membantu sesama.

Hikmah bila kita membantu kepada sesama mahkluk memang banyak sekali. Banyak hal yang luar biasa terjadi kepada orang-orang yang suka membantu. Beberapa hikmah membantu orang lain :

1. Banyak yang Mendoakan

Sudah tidak dipungkiri, kekuatan doa merupakan sebuah hal yang is the best. Bahkan doa juga bisa merubah takdir, padahal takdir sudah ditentukan. Sungguh luar biasa bukan? coba cari tahu lebih dalam lagi tentang The Power Of Doa dengan mengkliknya. 

Sungguh hikmah yang luar biasa jadi orang yang suka membantu yaitu banyak orang yang mendoakan mereka, tentu sebagian besar dengan doa yang tulus. Doa lebih berharga dari emas. Bahkan dengan doa kita kemungkinan besar mendapat hal yang lebih berharga dari emas, lebih berkilau dan lebih indah dari emas. Maka tidak heran orang baik yang sering membantu orang lain merasakan sesuatu hal berharga yang tidak terduga datangnya. 

Yang luar biasa lagi dari membantu sesama mahkluk hidup adalah bukan hanya didoakan oleh manusia saja melainkan didoakan oleh malaikat. Malaikat adalah mahkluk Yang Maha Kuasa yang suci. Doa malaikat itu doa yang ..... ah saya sampai tida bisa menuliskannya. Apalagi didoakannya bukan hanya oleh satu malaikat saja, melainkan banyak malaikat yang mendoakan orang yang suka membantu.

2. Mendapat Kemudahan 

Ketika banyak yang mendoakan, maka kemudahan akan datang menghampiri. Seperti yang sudah saya tuliskan di atas bahwa ketika membantu orang lain maka kemungkinan besar kita juga akan dibantu lagi oleh orang lain. Ketika kita memudahkan urusan orang lain maka Yang Maha Kuasa juga akan memudahkan kita dengan kuasanya mengatur Alam Semesta. 

Tidak jarang banyak cerita dari orang-orang yang membantu orang lain dan setelah itu mereka juga dibantu juga. Tentu hal tersebut bukan sebuah kebetulan namun itu betul-betul hikmah yang diberikan dari yang maha kuasa. 

Sesunggahnya masih banyak lagi hikmah dari membantu orang lain yang tidak tertuliskan, karena akan panjang sekali untuk menuliskan hikmah dari membantu orang lain, sampai sayapun tidak mengetahui akan sampai kapan saya mengetik.

Namun tahukah kalian bahwa ada hal yang musti diperhatikan dalam membantu. Membantu juga dapat menjadi tidak baik. loh kenapa? padahal yang namanya membantu itu pasti baik. Iyah memang membantu itu baik, tapi belum tentu benar. Lantas apa saja yang dapat membuat membantu jadi kurang tepat? 

Membantu yang Membuat Orang Lain Melepaskan Tanggung Jawabnya 

Sebenarnya ini sesuai dengan cerita dari guru saya tentang kupu-kupu dan anak kecil. ceritanya singkatnya ada seekor kupu-kupu muda yang sedang berusaha melepaskan diri dari kepompongnya. Anak kecil yang melihatnya merasa kasian. Lalu dia membantu kupu-kupu itu keluar dengan cara menggunting kepompongnya. Setelah kupu-kupu itu keluar betapa kagetnya ia melihat kupu-kupu itu tidak bisa terbang, sayapnya terlalu lemah untuk terbang. Setelah itu dia menyadari bahwa membantu kupu-kupu sepenuhnya keluar dengan menggunting kepompongnya itu melemahkan kupu-kupu. 

Kupu-kupu keluar dari kepompong (masalah) itu menguatkan kupu-kupu (seseorang). Lantas kalau begitu bagaimana yang harus saya lakukan? cukup mensupport dan mendoakannya. Bagaimana jika kupu-kupu itu meminta bantuan? maka kita perlu mengetahui dulu waktu normal kupu-kupu untuk melepaskan diri dari kepompong, bila dia masih sanggup maka kita cukup support dengan ucapan dan doa, bila waktunya tidak sesuai (tidak mampu) maka dari situ baru kita bantu dengan tindakan. 

Kadang banyak orang yang membantu malah menjadi melepaskan tanggung jawab orang lain sehingga membuat kedua-duanya kerepotan. Orang yang membantu menjadi sibuk sedangkan yang dibantu tidak, orang yang dibantu menjadi tidak bisa dan tidak bisa lagi menyelesaikan masalah itu bila menimpanya lagi. Dan yang paling parah orang yang dibantu tanggung jawabnya malah suka melemparkan tanggung jawabnya kepada orang lain yang suka membantu. 

Contoh di lingkungan sekolah. Di kelas pasti setiap hari ada jadwal piket yang diatur. Misal di jadwal kita piket hari Rabu. Namun entah kenapa waktu hari senin pagi kelas kotor, sedangkan siswa siswi yang piket hari Senin diam saja tidak ada yang membersihkan kelas. Karena melihat hal itu kita membantu untuk membersihkan kelas di hari Senin dengan tujuan agar kelas saat dipakai belajar bersih dan nyaman lalu agar kelas tidak dimarahi banyaklah tujuan positifnya.

Sekilas hal tersebut seperti sangat baik sekali. 'Kamu memang murid yang rajin, kamu murid yang cinta lingkungan dll', namun hal yang menarik mulai terjadi. Senin depannya terjadi hal yang sama kembali karena siswa siswi yang piket hari senin merasa tenang soalnya senin kemarin juga tidak piket tapi ada yang membersihkan, mereka tidak piket tapi kelas bersih dan rapih. Jadi mereka tidak membersihkan kelas lagi.

Karena melihat kelas masih kotor saat senin paginya lagi, kamu kembali membersihkan kelas lagi yang kedua kalinya.

Tidak terasa hal tersebut terulang untuk kesekian kalinya. Dan yang terjadi siswa siswi piket hari senin tidak melaksanakan kewajibannya dan tanggung jawabnya yaitu membersihkan kelas. Lalu seorang siswa yang piket hari rabu yang membersihkan kelas pada hari senin yang bukan tanggung jawabnya merasa tidak adil. Yang asalnya dia membantu dengan iklas kini dengan malas. 

Hal tersebut sangatlah berpengaruh bagi masa depan siswa-siswi tersebut. Bila hal itu terus terjadi maka yang satu akan menjadi orang yang suka membantu namun kadang melepaskan tanggung jawab orang lain. Yang satu lagi akan menjadi orang yang selalu melepaskan tanggung jawabnya sendiri. Dan parahnya lagi guru-guru tidak menyadari hal tersebut dan membiarkannya seolah itu prestasi bagi seorang siswa piket rabu yang rajin yang selalu membersihkan kelas di hari senin.

Sungguh ironis sekali hal yang seperti ini banyak terjadi di negara Indonesia ini, di lingkungan pendidikan lagi. Banyak kasus-kasus seperti itu yang ternyata sudah terbawa ke lingkungan masyarakat. Saat kerja yang satu rajin, dan yang satu lagi kerja yang tanggung jawab sendiri aja gak beres karena menggantungkan kepada orang yang rajin. Dan paling gregetya yang paling banyak orang yang kerja tanggung jawab sendiri tidak terpenuhi, tidak beres, tidak terjawab karena selalu mengandalkan orang rajin yang sedikit adanya. Hingga ahirnya suatu proyek bisa berkemungkinan hancur.

Oleh sebab itu banyak pekerja asing yang masuk ke Indonesia lebih tepatnya dari negara asia timur (China, Jepang, Korea). karena negara mereka si lingkungan pendidikannya mengajarkan kedisiplinan dan memenuhi tanggung jawab dengan bagus. Di Jepang bila ada seseorang yang membantu orang lain melepaskan tanggung jawabnya maka akan di marahi.

Kakek saya juga pernah cerita. Dia pernah bekerja di salah satu universitas di bandung sebagai Caraka (membersihkan lingkungan kampus). Suatu hari kakek saya melewati ruangan yang sudah dipakai belajar mata kuliah bahasa jepang yang digurui langsung oleh orang jepang. Lalu dosen asli asal jepang memanggilnya dan menanyakan "siapa yang piket hari ini?, suruh orang yang piket menghapus papan tulis!". Kakek saya bilang "biar saya saja yang menghapusnya" seketika dosen jepang itu berkata "harus dia(orang yangbpiket) yang menghapusnya karena ini tanggung jawabnya".

Jadi jika begitu maka cara terbaiknya adalah membiarkan orang lain menjawab tanggung jawabnya dengan tetap mensupportnya melalui ucapan (motivasi), doa. Ketika kita sudah mensupportnya dengan ucapan(motivasi), doa dan orang itu sudah berusaha dengan sekuat yang dia bisa namun ternyata tanggung jawabnya belum terlaksanakan juga maka baru kita mensupportnya dengan tindakan, okey.


"Kita coba bantu tapi biarkan orang lain itu menjawab kewajiban tanggung jawab dirinya sendiri di dunia. Dari pada kita membantu orang lain sepenuhnya, lalu membuat dia melepaskan kewajiban tanggung jawabnya di dunia hingga pada ahirnya membuat dia harus menjawab tanggung jawabnya di akhirat" Keenam


Baca juga :


1 comment:

  1. Setuju sama nomer 2, pas kecil dulu pernah dibilangin kalo membantu orang jangan pernah mengharap apapun dari orang itu tapi berharaplah suatu saat pas kamu kesulitan bakalan ada orang yg membantu

    Mantap artikelnya

    ReplyDelete