Kesedihan Lebih Baik Ditularkan

                                                      

Seperti judul di atas, mungkin membuat anda penasaran. Jika anda penasaran dan bertanya 'kenapa kesedihan lebih baik ditularkan?' maka baca sampai selesai. Siapa tahu ini bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Semua orang pernah mengalami rasa sedih. Biasanya rasa sedih itu hadir ketika kita mendapatkan masalah yang datang menghampiri. Biasanya masalah yang membuat kita sedih itu datang dari orang lain. Masalah itu misalnya disalahkan, dihina, dipaksa dan lain-lain.

Lebih Baik Diceritakan 

Sedih merupakan sebuah hal yang dapat membuat kita down dan melunturkan semangat perlahan. Namun, itu pun jika kita menghadapinya sendiri. Jika sedih dihadapi dengan sahabat dan keluarga yang mengerti kita, maka hal menyedihkan tersebut akan menjadi tawa. Misalnya saja ketika kita sedang membawa makanan yang kita suka, lalu makanan itu terjatuh. Ketika kita menghadapinya sendiri maka kita akan merasa sedih.

Coba jika kita mengalami hal tersebut sedang bersama dengan orang lain (sahabat, Keluarga dan lain-lain) otomatis itu akan menjadi canda tawa orang lain karena melihat makanan kita terjatuh. entah bagaimana, canda tawa itu akan merambat kepada kita dan membawa kita tertawa juga. Setelah itu orang yang bersama akan membantu kita dengan membagi makanannya atau membeli lagi atau tidak punya uang pun tetap menikmati canda tawa nya berdua.

Begitu pun jika kita mengalami kesedihan yang lainnya, kita perlu membaginya kepada orang lain. 'loh kan akan membuat orang lain sedih' ya memang akan membawa kesedihan, tapi hanya sebentar saja kepada orang yang kita ceritakan. Tapi percayalah bahwa dengan itu dia akan mengurangi rasa sedihmu dan mengubahnya menjadi sebuah semangat yang dapat membuatmu dan dia merasa ringan menghadapi masalah tersebut.

Kamu perlu mempunyai Sahabat yang kamu percayai, dilingkungan keluarga dan dilingkungan luar. Hal itu dapat memudahkan kamu untuk menularkan sedihmu dan mereka akan mengubahnya menjadi semangat untukmu, percayalah.

Baca juga :


Lebih Baik Diungkapkan 

Kenapa lebih baik diungkapkan coba? misalnya begini, ada sebuah penampungan air. Penampungan air tersebut penuh. Namun karena air terus mengalir kedalam penampungan tersebut, maka air pun akan meluap dengan sendirinya ketempat yang tidak semestinya. hal tersebut akan merusak lingkungan disekitarnya. yaitu bisa berupa banjir, lumpur yang dalam, dan lain sebagainya. Dan yang lebih parah, secara perlahan penampungan itu akan rusak karena adanya volume air datang yang tidak sesuai.

Namun jika air itu disalurkan ketempat atau setidaknya disalurkan kesaluran air (selokan) maka tidak akan berefek kepada penampungan air dan sekitarnya. Malah itu akan mendatangkan banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari, jika disalurkan. meskipun kita menyalurkannya ke sungai, itu pun banyak manfaatnya yaitu bisa kebutuhan di kampung yang jauh di hilir atau bagi petani. Jadi jika penampungan air tidak cukup maka air lebih baik dialirkan dari penampungan dari pada meluap dipenampungan.

Nah perasaan sedih yang kita rasakan pun seperti itu. Lebih baik perasaan sedih itu diungkapkan agar tidak meluap di dalam hati sehingga membawa efek tidak baik bagi lingkungan apalagi bagi diri sendiri yang menampungnya. jadi kita perlu mengungkapkannya agar membawa efek baik bagi lingkungan disekitar kita. 'Lho kok, kesedihan diungkapkan efeknya baik?' jika anda masih menanyakan ini maka baca sampai selesai.

disalahkan
Disalahkan adalah suatu hal yang tidak mengenakan. ketika kita mengalami hal tersebut tentu kita akan merasa sedih karena disalahkan. Kadang usaha yang pernah kita lakukan tidak berarti dan malah disalahkan, itu yang paling membuat jiwa kita tidak tenang.

Nah ketika kita melakukan hal itu terjadi kepada kita (disalahkan) alangkah baiknya kita ungkapkan rasa kesedihan kita ketika disalahkan. 'Saya sedih oleh kamu disalahkan, padahal saya juga sudah berusaha, saya juga sudah bersusah payah......' katakanlah hal itu agar mereka berpikir akan hal yang mereka perbuat. Agar mereka menghangai usaha kita di lain hari. Dan nanti dia akan berpikir dua kali ketika ingin menyalahkan anda karena dia sudah tahu bahwa itu akan membuat kamu sedih, kesal, dan bahkan marah.

Dibohongi
Bohong adalah perkataan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Berbohong isinya bahkan bukan hanya tidak sesuai dengan kenyataan tapi bisa juga bertolak belakang dengan kita. Banyak orang yang suka berbohong namun tidak suka bila dibohongi. Dibohongi itu membuat rasa dalam diri tidak menerima dan munculah rasa kesal.

Jika anda sering dibohongi dan membuat anda kesal maka lebih baik ungkapkan saja. Anda katakan saja 'Saya tidak suka dibohongi karena dibohongi itu membuat saya sedih'. Ungkapkan saja perasaanmu kepada yang membuatmu sedih karena dibohongi. Nanti setelah anda mengungkapkannya maka dia kemungkinan besar akan berpikir akan kebohongannya kepada anda. Dia akan bepikir untuk tidak membohongi anda lagi di lain hari.

Dipaksa

Memaksa merupakan perbuatan yang tidak beretika. Banyak orang yang tidak mau dipaksa saat menjalani hidup ini. Orang-orang menginginkan hidup tanpa paksaan dan kenyamanan dalam hal apapun.

Namun bagaimanakah jadinya ketika kamu dipaksa orang lain dalam melakukan kegiatan. Misalnya diajak makan oleh teman di rumahnya namun kita tidak mau. Namun, teman kita memaksa kita untuk makan, apa yang kamu rasakan. Mungkin kamu akan merasa tidak enak, tidak enak makan dan tidak enak hati.

Jika anda menghadapi hal seperti contoh tersebut (dipaksa) maka lebih baik mengatakannya, mengungkapkannya secara langsung bahwa anda tidak suka dipaksa karena dipaksa itu tidak mengenakan.

Dan masih banyak lagi sebenarnya contohnya. Namun, akan sangat panjang sekali untuk saya tuliskan. Intinya apapun yang membuat kamu sedih lebih baik tularkan, diantaranya kepada salah satu anggota keluarga (minimal ada satu orang yang bisa menjadi tempat penyaluran sedihmu di anggota keluarga) dan sahabat.

Dengan begitu perasaan sedih yang kamu rasakan akan berkurang. Dan rata-rata orang yang mendengar kesedihan kita akan membuat kesedihan kita itu menjadi sebuah kebahagiaan bagi kita. itulah sebabnya kesedihan lebih baik diceritakan

Bila ketika kita merasa sedih oleh perbuatan orang lain seperti dibuly, dihina, disalahkan dll, maka lebih baik katakan langsung kepada orang yang membuat kita sedih. Setelah mereka mendengar kesedihan kita maka kemungkinan besar mereka akan berpikir dan tidak akan mengulanginya lagi.

Ada satu lagi pesan yang ingin saya tuliskan. Ketika kita merasakan sesuatu didalam hati lalu kita mencurhatkannya maka alangkah baiknya isi curhat tersebut dihiasi dengan kata perasaan kita seperti  'tadi saya disuruh mengangkat barang yang berat sekali berapa kali. Saya kesal sekali tadi karena orang yang menyuruhku tidak membantuku'. 

Ucapkan kata yang mewakili perasaanmu misalnya 'saya sedih' 'saya tidak suka' 'saya muak' dan lain-lain. Jangan curhat dengan hanya menceritakan kejadiannya saja misalnya 'saya tadi disuruh mengangkat banyak barang yang berat' tanpa ada kata yang mewakili perasaan yang kamu rasakan. Memang itu bisa, namun jika ada kata-kata yang mewakili apa yang kamu rasakan maka orang lain akan mudah untuk berpikir dan memahami anda. Perasaannyapun ikut teralirkan.

"Ungkapkan saja apa yang membuat kamu tidak enak dihati. karena, itu berkemungkinan besar akan membuatnya berpikir untuk tidak mengulanginya lagi"

0 komentar:

Post a Comment