Lelah Bila Berharap Kepada Orang Terus ! Berharapnya Kepada Siapa ?

Baca Juga


Sahabat Foraca, semua orang pasti pernah berharap. Berharap merupakan kejadian yang kita inginkan dimasa yang akan datang (masa depan). Berharap kadang membuat hati kita berbunga-bunga, karena kita seakan menanti kejadian yang kita harapkan menjadi kenyataan. Pasti riang gitulah, apalagi harapannya kepadanya ya. Berharap juga ada beberapa macam, yaitu :


  • Berharap kepada diri sendiri 
Berharap kepada diri sendiri merupakan sebuah keputusan besar. Karena dengan berharap kepada diri sendiri otomatis kita perlahan akan berusaha mengubah, atau bertindak mendekati harapan kita. Contohnya bila salah seorang sebut saja Gusion berharap suatu
saat nanti dia ingin menjadi seorang polisi. Bila harapan dia besar maka otomatis dia akan berusaha menyesuaikan diri agar dapat menjadi polisi. 
Namun kekurangannya bila kita berharap kepada diri sendiri itu saat kita tidak dapat meraih harapan kita. Pasti perasaan kita akan down, pasti semangat kita akan melebur hancur. Dan yang apaling buruknya kita bisa-bisa membenci diri sendiri.

  • Berharap kepada orang lain
Berharap kepada orang lain kadang enak yakan?. Kita hanya tinggal mempercayai seseorang untuk melakukan apa yang sesuai dengan harapan kita. Contohnya ketika kita sedang berbicara maka kita berharap ada orang lain yang mendengarkan. Kalau gitu enak kan ? bila ada orang yang sesuai dengan harapan kita. 

Namun bila orang lain tidak sesuai dengan yang kita harapkan, pasti kita merasa kecewa, pasti kita sangat sedih sekali. Ketika kita sudah berharap orang lain akan mendukung ide kita dan membantu ide kita namun pada kenyataannya mereka cuek, tidak memperdulikan kita itu sangat menyakitkan bagi kita, dia yang mendukung di awal namun dia yang menhancurkannya di perjalanan. itulah kekurangan bila kita berharap kepada orang lain. Jadi berharap kepada orang lain pun bukan hal yang terbaik. Lalu kepada siapa kita berharap ?. 

  • Berharap kepada Yang Maha Tahu
 Apakah mungkin ini berharap yang terbaik ? itulah yang saya tanyakan dahulu kepada diri saya sendiri. Banyak orang yang mengatakan seperti itu. Apakah itu benar demikian, atau hanya perasaan saja ? mari kita buktikan.

Ketika kita berharap kepada Yang Maha Tahu, semuanya berakhir dengan gembira ko. Kadang kita harapannya A namun Yang Maha Tahu harapannya B. Itu menandakan bahwa harapan kita sendiri tidak baik bagi kita sendiri. Yang Maha Tahu pasti tahu yang terbaik bagi kita sedangkan kita tahunya apa coba ?. Ya udah mau gini mau gitu tinggal pasrah aja kepadanya, kita mah ikut aja jalannya ya. Nanti setelah beberapa lama baru kita merasakan manfaatnya bagi diri kita apa yang sudah di atur Yang Maha Tahu.

Jadi coba kita berharap sama Yang Maha Tahu, Dia gak akan memberi harapan palsu, Dia akan selalu peduli kepada kita memberi tahu jalan yang terbaik bagi kita ya. boleh jadi kita berharap sesuatu namun itu tidak baik bagi diri kita sendiri. 

baca juga :

  1. ini obat ampuh galau
  2. ini pelajaran berharga dari masalah
  3. begini cara mudah memulai usaha


0 komentar:

Post a Comment