Ini pelajaran berharga dari masalah !

Baca Juga


Assalamualaikum sahabat foraca, semoga kita selalu dalam karunianya Allah S.W.T aamiin. Sahabat Foraca, perasaan atau hati nurani merupakan keistimewaan dari manusia, bahkan perasaan berperan penting dalam pola pikir kita, karakter kita dan tindakan kita. Dengan begitulah, perasaan atau hati nurani yang baik pasti akan menghasilkan seorang pribadi yang baik. Sehingga saat dia menghadapi masalah apapun tindakannya akan selalu positif karena hati nuraninya bersih, seperti air pegunungan yang bersih lagi menyejukan. Dan seberat apapun masalah yang dia lalui dia akan berkata "Allah sedang memberi tahu saya, agar saya tahu bagaimana cara menghadapi masalah berat ini, dan inilah pelajaran berharga dari tuhanku" massyaallah. Karena dia yakin akan tercapainya tujuan melalui masalah tersebut.


Namun, jika hati nurani kita masih dalam keraguan dan ketakukan dan kita belum yakin akan diri kita menghadapi masalah, maka kita harus segera membaca artikel ini sampai selesai. Karena kita akan menuliskan beberapa cara menghilangkan ketakutan kita akan masalah sehingga kita insyaalah mudah dalam menghadapi masalah. untuk kalian sahabat Foraca.

Namun hanya ada satu ketakutan yang harus kita simpan dalam dalam, yaitu takut kepada tuhan kita Allah S.WT, hanya takut kepada Allah. Seperti dalam Alqur'an berikut Al-maidah berikut:
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku.” (Al-Maidah: 44).

baca juga : 



sahabat foraca, soal pembahasan kenapa kita tidak boleh takut akan kita bahas sebagai berikut:

"Takutku ku bungkam, karena aku ingin berhasil"keenam Foraca.


1. Jatuh diantara bintang bintang

Coba baca apa yang dikatakan presiden pertama kita. Beliau memberitahu kita, mengingatkan kita memotivasi kita dengan kata kata "bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang bintang". Jadi mulai sekarang sahabat Foraca, kita mulai targetkan tujuan kita, kita buat harapan kita, kita impikan cita-cita kita setinggi langit dan terbang lah kita melampaui batas untuk mencapai tujuan tersebut. Jangan takut jatuh, jangan takut badai, rintangan, coban Selama kita berusaha untuk mencapai tujuan tersebut, insyaallah dengan kuasa Allah kita sanggup menggapainya, dengan ridho Allah kita bisa membuat mimpi kita menjadi kenyataan seperti Nabi Yusuf a.s. Maka sahabat Foraca, jangan lah risau akan suatu masalah karena ketika kita sudah berusaha, jatuh pun diantara bintang-bintang. Itu semua berkat perjuangan kita



2.Ambil keputusanmu, jangan takut !

"Ketakutanmu sendiri yang membuatmu sulit".

Sahabat foraca, apakah kalian sudah punya tujuan ?, sudah punya keputusan, apa yang harus dilakukan di masa depan ?. Jika sahabat Foraca sudah mempunyai tujuan, syukurlah karena hidup ini perlu sekali tujuan. Ibarat sebuah bis jika tidak mempunyai tujuan terakhir, maka bis itu akan kebingungan kemana arah jalan yang dia tuju dan menjadikan bis itu kehabisan bahan bakar (waktunya sudah habis). Dan terjadilah perjalan bis itu hanya sia-sia saja.

Sahabat Foraca, hidup pun sama seperti itu. Jika kita tidak punya tujuan dalam hidup ini yang waktunya sudah di tentukan, maka hidup kita pun akan menjadi sia-sia. Maka dari sekarang sahabat foraca, mari kita tentukan tujuan kita dalam hidup ini, dengan tujuan tema kehidupan yang indah yaitu bermanfaat bagi orang lain. Dalam sebuah tujuan kita pastilahk harus ada keputusan-keputusan yang harus kita ambil. Namun terkadang kita tidak bisa mengambil keputusan, bingung saat kita akan mengambil keputusan bahkan takut mengambil keputusan untuk suatu langkah yang besar. Oleh karena itu ketika kita di hadapkan dalam sebuah keputusan, maka kita meminta pertolongan kepada Allah supaya tidak bimbang, tidak takut menghadapinya dan meminta keteguhan hati kepada Allah. "percaya dirilah, karena ketika kau percaya kepada diri sendiri, maka orang lain akan mempercayaimu juga" Keenam foraca. Jangan takut mengambil keputusan, kita harus percaya kepada diri sendiri selama apa yang kita lakukan baik bagi diri sendiri dan orang lain. Bila takut mengambil keputusan karena takut gagal, ketahuilah bahwa bukan keputusan mu yang membuat gagal, namun itu ketakutanmu.


3. Masalah itu perlu !

"Bayangan itu sama pentingnya dengan cahaya". - Charlotte bronte  Jane Eyre.

Yaa sahabat Foraca, kalian jangan ragu membaca pernyataan ke tiga. lanjutkan membacamu siapa tau kita dapat ilmu, aaminn. Sahabat Foraca mungkin kalian juga yahu kenapa masalah itu perlu karena sekarang sudah banyak orang yang menyadari bahwa masalah yang menimpanya di masa lalu dapat menjadi pelajaran bagi dia. Dan bila dia mengahadapi masalah yang serupa di masa yang akan datang, dia tahu cara mengatasinya, dia menjadi lebih kuat, dia menjadi lebih lincah, dia menjadi lebih pintar menghadapi masalah tersebut. Saya ingat waktu guru smp saya yang bercerita bahwa kupu-kupu dapat terbang karena dia melewati masalah saat keluar dari kepompong. Alangkah pentingnya masalah tersebut bagi kupu-kupu, dan pernah suatu ketika ada anak yang kasihan melihat kupu-kupu yang sedang berusaha keluar dari kepompongnya lalu dia mengambil gunting dan menggunting kepompongnya agar sang kupu-kupu dapat keluar tanpa melewati masalah tersebut. Namun apa yang terjadi di luar dugaan. Kupu kupu tersebut menjadi tidak bisa terbang, karena sayapnya terlalu lemah, sayapnya terlalu rapuh untuk membawa dia terbang, kasihan. Lalu anak kecil itu pun tersadar, bahwa masalah pun penting juga bagi kupu-kupu. Karena dengan masalah kupu-kupu susah keluar dari kepompong itulah yang menjadikan sayap dia kuat, yang menjadikan otot pada kupu-kupu itu kuat, dan oleh masalah itulah kupu-kupu cantik dapat terbang melihat indahnya dunia.

Dari kasus kupu-kupu tersebut kita dapat mengambil pelajaran bahwa Allah memberi kita cobaan, tak lain hanya untuk menjadikan kita semakin kuat, menjadikan kita semakin pintar. Dan oleh sebab itu kita tidak perlu takut masalah, karena masalah itu perlu juga sama seperti kenyamanan.

4. Takut akan masa depan, namun hanya diam saja ?

"Masa depan ditentukan hari ini".

Bila kita takut akan masa depan maka kita harus merubah kata takut itu menjadi "harapan di masa depan". Dan dari pada memikirkan takut, lebih baik kita merangkai apa yang perlu kita siapkan untuk masa depan. Lalu kita lakukan hari ini untuk merangkai masa depan yang indah yaitu "dapat membantu sesama" mulailah dari sekarang. karena tere liye berkata bahwa "waktu terbaik pertama menanam pohon itu 20 tahun kebelakang, karena kita dapat memakan buahnya dan mengambil manfaatnya sekarang . Namun kalian tak perlu khawatir karena ada waktu terbaik kedua menanam pohon, yaitu hari ini". tere liye

oleh sebab itu, mari sahabat Foraca untuk menanam benih benih kebaikan untuk masa depan kita. Dan ketika kita sudah berada di masa depan maka kita akan mengambil manfaatnya aaminn. dengan bersikap baik kepada sesama itu merupakan benih yang sangat besar yang sudah kita tanam untuk kita ambil nanti manfaatnya.

Dan itulah pembahasan kita kali ini, "masalah ku adalah memikirkan masalah dan menjadikan masalah itu menjadi masalah besar" Keenam Foraca. sekian dari kami Wassalamua'laikum warahmatullahiwabarokatuh.

baca juga :


0 komentar:

Post a Comment