Seperti Lalat Sudah Berusaha Namun Tetap Gagal? Begini Solusinya


Assaalamu'alaikum warahmatullahhi wabarakatuh. Apa kabar semua sahabat Foraca, semoga kita selalu dirahmati oleh Sang Maha Pengasih aaminn. Karena atas karunianya saya dapat menulis artikel ini dan kalian sahabat Foraca dapat membaca artikel yang saya buat ini dengan tema "pantang menyerah". langsung saja saya tuliskan beberapa pengertian dan ada suatu kisah yang berhubungan dengan pantang menyerah ini.

Baca juga :

Tidak pernah menyerah. Tidak pernah menyerah memang tekad yang bagus. Tidak pernah menyerah atau pantang menyerah adalah jiwa seorang pahlawan karena orang yang pantang menyerah sulit untuk di kalahkan, sulit untuk di manipulasi. Sekali ada suatu tujuan, walaupun untuk mencapai tujuan tersebut melewati berbagai macam rintangan pasti akan dia lalui. Pantang menyerah merupakan alasan terbesar seseorang jika dia sukses. Coba saja anda tanyakan kepada orang-orang yang sukses pasti jawabannya adalah pantang menyerah. Pantang menyerah ketika dapat ejekan dan hinaan, pantang menyerah ketika suatu rencana yang dia buat ternyata tidak sesuai dengan ekspetasinya, dan lain sebagainya. Dan ada suatu kisah dan pelajaran nih dari seokor lalat yang pantang menyerah. Saya akan tuliskan di bawah agar kita dapat mengambil pelajaran dari kisah tersebut.
foraca
kisah singkat lalat dan semut
suatu hari di suatu rumah terdapat sebuah potongan bolu
milik sang pemilik rumah yang terjatuh kemarin
tak berapa lama datanglah dua ekor semut (anak dan bapaknya) dan seokor lalat
meraka datang untuk menikmati sisa2 bolu yang berserakan
meraka saling berbagi makanan enak tersebut 
tanpa bertengkar sedikitpun
indahnya hari itu bagi mereka 

tak beberapa lama 
sang pemilik rumah pergi untuk melakukan aktifitasnya
dan dia menutup dan mengunci semua pintu dan jendela 
seekor lalat pun tetap santai memakan bolu bersama dua ekor semut 
beberapa menit kemudian tak terasa dia ternyata sudah keyang
ahirnya sang lalat pun tebang untuk pergi meninggalkan rumah
melewati jalan jendela yang telah dia lalui
namun alangkah susahnya dia untuk keluar 
karena jendela yang tadi dia lalui sudah tertutup 
sang lalat berusaha sekuat tenaga untuk mendorong jendela tersebut
beberapa menit berlalu lalat masih tetap berusaha dengan tekadnya
dan di suatu sisi anak semut dan bapaknya menengok dahulu lalat yang sedang berusaha  itu dan ahirnya mereka masuk ke rumah semut mereka
beberapa jam kemudian sang lalat tetap juga berusaha namun dia sedikit kehabisan tenaga
hingga ahirnya sore hari tiba 
karena tenaganya habis maka sang lalat pun jatuh dan mati seketika.
beberapa waktu kemudian sang semut kembali keluar rumah untuk mencari makanan lagi
alangkah kagetnya sang anak semut ketika dia keluar rumahnya 
dia melihat sang lalat mati tergeletak 
lalu sang anak semut pun bertanya kepada bapaknya
"kenapa lalat itu mati padahal dia pantang menyerah, berusaha sekuat tenaga untuk keluar"
lalu bapaknya menjawab
"anakku, lalat itu memang pantang menyerah namun dia tidak mencari cara lain walupun dia tahu cara itu gagal, jika kau berusaha lalu kau gagal dan kau mencoba berusaha lagi dengan cara yang sama lagi, maka kau juga akan gagal selamanya nak".
"oh begitu ya bapak"jawab sang anak semut.


Begitulah ahir dari sang lalat yang pantang menyerah. Dari kisah di atas dapat kita ambil pelajaran bahwa ketika cara kita gagal maka kita cari cara lain, jangan berusaha terus menerus dengan cara gagal yang sama tanpa mengalami perubahan.


Sahabat Foraca jadi begitulah, kita tidak cukup mengahadapi masalah dengan pantang menyerah saja. pribadi yang bijak dan kreatif juga sangat di perlukan. dan yang pasti, orang yang pantang menyerah lambat laun akan memiliki pribadi yang bijak, dan dengan kebijaksanaaan itulah kita bisa hidup dengan nyaman. orang hebat itu adalah orang yang melampaui batasnya

foraca

Dan sahabat Foraca pasti cobaan ada depan sana. sudah siapkah kita menghadapinya dengan bijak dan pantang menyerah ? saya juga sedang mempersiapkan. Namun yang pasti kita ingin menggapai tujuan kita walau cobaan datang seperti hujan deras. jika cara menggapainya harus menyebrangi laut maka kita buat perahu, bukan dengan berenang.

foraca

sekian dari saya (keenam), semoga tulisan ini bermanfaat bagi sahabat Foraca semuanya yang membacanya aaminn.

Wassalamu'alaikum warahmatullahhi wabarakatuh.

Baca juga


0 komentar:

Post a Comment